Umum

Mengukuhkan Persatuan: Rangkaian Sukses Pengukuhan 7 Buhuta dan Raker Lamahu 2026 di Makassar

16 June 2026
Mengukuhkan Persatuan: Rangkaian Sukses Pengukuhan 7 Buhuta dan Raker Lamahu 2026 di Makassar

MAKASSAR, LAMAHU.COM – Seluruh rangkaian agenda akbar Pengukuhan 7 Buhuta Lamahu Luar Jabodetabek dan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Besar Lamahu periode 2026–2031 sukses digelar di Hotel Aryaduta, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mengusung tema besar "Memperkuat Persatuan, Menyelaraskan Langkah, Menyusun Aturan, Mewujudkan Lamahu yang Solid, Bermartabat, dan Berdaya Saing," perhelatan akbar ini menjadi tonggak sejarah baru bagi konsolidasi warga perantauan asal Gorontalo di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Lamahu, Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, didampingi Sekretaris Jenderal, Wahyudin Lihawa, ST, M.KKK. Keberhasilan acara yang berlangsung rapi dan sistematis ini tidak lepas dari matangnya manajemen persiapan, mulai dari legalitas kepanitiaan hingga mobilisasi kontingen dari ibu kota menuju Kota Daeng.

Langkah Awal: Legalitas Panitia dan Mobilisasi Kontingen Jakarta

Gerak cepat organisasi dimulai sejak akhir Mei lalu. Pada tanggal 28 Mei 2026, Ketua Umum Lamahu Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad bersama Sekjen Wahyudin Lihawa secara resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Pembentukan Panitia Pengukuhan dan Raker Makassar. Dalam SK tersebut, Abdul Kadir Didi Baga, SH., MH., dipercayakan memegang komando sebagai Ketua Panitia.

Pasca-penerbitan SK, pergerakan massa panitia dan pengurus pusat dibagi menjadi dua gelombang transportasi demi efisiensi dan kebersamaan:

Gelombang I (Jalur Laut): Sebanyak 12 orang pengurus dan panitia yang terdaftar berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menggunakan kapal PELNI KM Labobar pada jam 13.00 WIB. Perjalanan jalur laut ini mendapat dukungan penuh (support) dari Wakil Ketua Umum Ibu Neeva Abdul Waras dan Ketua Bidang Lamahu Bapak Agus Mile, SE. Rombongan pertama ini bersandar dengan selamat di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, pada tanggal 14 Juni 2026 pukul 23.00 WITA, dan langsung disambut hangat oleh jajaran panitia lokal Lamahu Tinelo Sulawesi Selatan.

Gelombang II (Jalur Udara): Pada tanggal 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, rombongan kedua yang berjumlah 28 orang bertolak dari Jakarta via pesawat udara menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros. Setibanya di bandara, rombongan ini kembali dijemput oleh panitia lokal Lamahu Tinelo Sulsel.

Kehangatan Penyambutan dan Diplomasi Kuliner Makassar

Setibanya di Makassar, seluruh rombongan panitia dan pengurus Lamahu Jakarta dijamu secara luar biasa oleh Ketua Lamahu Tinelo Sulawesi Selatan, Ir. H. Pulu Niode. Selain memfasilitasi akomodasi terbaik di Hotel Aryaduta Makassar, pihak tuan rumah juga mengajak rombongan pusat melakukan diplomasi kuliner dengan mencicipi ragam makanan ikonik Kota Makassar, seperti Konro Bakar Karebosi, Rumah Makan Apung, hingga Pallubassa Serigala, yang menambah keakraban antar-pengurus.

Kronologi Rangkaian Acara: Dari Ramah Tamah hingga Keputusan Organisasi

Rangkaian agenda resmi Lamahu di Makassar berlangsung secara maraton, tertib, dan sistematis dengan rincian kronologis sebagai berikut:

1. Malam Ramah Tamah Warga Gorontalo Rantau (15 Juni 2026)

Dibuka pada pukul 19.00 WITA, Ballroom Hotel Aryaduta Makassar menjadi lautan manusia. Sekitar 1.200 warga Gorontalo perantauan memadati ruangan hingga penuh sesak demi menghadiri Malam Ramah Tamah. Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Wali Kota Makassar, Ir. Ramdhan "Danny" Pomanto. Bertindak sebagai narasumber utama, Ketua Umum Lamahu sekaligus mantan Gubernur Gorontalo, Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, menyampaikan pesan-pesan strategis mengenai pentingnya menjaga ikatan silaturahmi di tanah rantau. Acara ditutup dengan sukses pada pukul 23.00 WITA.

2. Agenda Bedah Buku "Ajoeba Wartabone" (16 Juni 2026)

Keesokan harinya, tepat pukul 08.30 WITA, panitia Lamahu Tinelo Sulsel memulai agenda formal pertama berupa Bedah Buku berjudul "Sekali ke Djokja Tetap ke Djokja". Buku ini mengulas biografi gagasan dan kepemimpinan tokoh heroik nasional asal Gorontalo, Ajoeba Wartabone (1894–1957), dalam kontribusinya bagi Indonesia Bersatu. Menghadirkan narasumber berkompeten seperti Basri Amin selaku penulis buku, serta sejumlah akademisi dan seniman terkemuka dari Sulawesi Selatan, acara yang berakhir pada pukul 12.00 WITA ini diwarnai sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat interaktif.

3. Acara Inti: Pengukuhan 7 Buhuta Lamahu Luar Jabodetabek (16 Juni 2026)

Memasuki pukul 13.30 WITA, tibalah pada puncak agenda organisasi yaitu prosesi Pengukuhan 7 Buhuta Lamahu Luar Jabodetabek untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi yang berlangsung khidmat hingga pukul 18.00 WITA ini meresmikan kepengurusan wilayah berikut:

Buhuta Lamahu Tinelo (Sulawesi Selatan): Ketua Ir. H. Pulu Niode

Buhuta Lamahu (Sulawesi Utara): Ketua Drs. Reiner M. Y. Ointoe, DipLit

Buhuta Lamahu (Sulawesi Tengah): Ketua Arifin S. Ahmad, SE, MM.

Buhuta Lamahu (Sulawesi Tenggara): Ketua Drs. Herry Asiku

Buhuta Lamahu (Maluku Utara): Ketua Ruliyanto Syaharain, SE, ME

Buhuta Lamahu (Papua): Ketua Dr. Rasyid Tumenggung Mayang, M.Si

Buhuta Lamahu (Jawa Barat): Ketua Ir. Farouk Sunge

4. Rapat Kerja Nasional (Raker) dan Pengesahan PO Lamahu (16 Juni 2026)

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Lamahu yang dimulai pukul 19.30 WITA. Raker kali ini fokus membedah dan merumuskan Peraturan Organisasi (PO) Lamahu demi terciptanya arah gerak organisasi yang lebih terstruktur, profesional, dan progresif ke depan. Tepat pada pukul 22.30 WITA, Raker resmi berakhir dan ditandai dengan penandatanganan naskah hasil keputusan Raker secara bersama-sama oleh Ketua Umum Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad dan Sekjen Wahyudin Lihawa, ST, M.KKK.

Komitmen Bersama Menuju Masa Depan

Dengan selesainya seluruh rangkaian acara di Makassar, Pengurus Besar Lamahu beserta 7 Buhuta yang baru dikukuhkan siap melangkah bersama secara sinergis. Legalitas yang kuat, landasan aturan organisasi (PO) yang baru disahkan, serta tingginya solidaritas antar-pengurus menjadi modal utama Lamahu dalam memberikan kontribusi nyata, baik bagi warga Gorontalo di perantauan maupun pembangunan nasional. (HUMAS/LAMAHU)